skip to Main Content
Meningkatkan Keuntungan Bisnis Dengan Software SFA

Meningkatkan Keuntungan Bisnis dengan Software SFA

Header Photo by Caroline Attwood on Unsplash

Setelah dalam artikel sebelumnya kita membahas mengenai modul-modul utama dalam sistem ERP, di artikel ini akan dibahas mengenai salah satu modul, yaitu SFA atau Sales Force Automation secara lebih mendalam.

Baca juga: Software ERP Indonesia: Mengapa Anda Membutuhkannya?

Apa itu SFA?

Sales Force Automation yang biasa disingkat SFA memanfaatkan software aplikasi untuk mengelola dan menyederhanakan proses penjualan yang rumit. Software ini mengelola dan mengotomatisasi data, proses, dan kegiatan sales sehingga tim sales memiliki lebih banyak waktu untuk memasarkan produk dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja tim dan, pada akhirnya, meningkatkan hasil penjualan.

Sebuah software SFA biasanya mengelola aspek bisnis seperti kontak, laporan, aktivitas, dan peluang.

SFA = CRM?

Karena fungsinya yang beririsan, banyak yang menganggap software SFA sama dengan dan bisa digantikan oleh software CRM atau Customer Relationship Management. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Dalam batas-batas tertentu, SFA bisa dianggap sebagai bagian dari CRM dan sebaliknya. Hanya saja karena keduanya merupakan dua software yang terpisah, ada baiknya Anda mengintegrasikan keduanya dalam bisnis untuk mendapatkan potensi yang maksimal dari masing-masing sistem.

Secara spesifik, SFA dan CRM memiliki tujuan yang berbeda.

Misalnya, SFA biasanya digunakan oleh tim sales/penjualan, pemasaran, dan manajemen untuk meningkatkan penjualan dengan cara mengoptimalisasi siklus pemasaran seperti kontrol inventori, sales processing, analisis prediksi penjualan, dll; sementara CRM digunakan oleh departemen customer service untuk meningkatkan penjualan melalui hubungan yang baik dengan customer. Singkatnya, SFA mengelola tim pemasaran sementara CRM mengelola pelanggan.

Dalam praktiknya, SFA biasa digunakan untuk menginisiasi penjualan dengan melakukan prospek pada calon pelanggan, sedangkan CRM mencoba mempertahankan pelanggan-pelanggan tadi agar kembali membeli.

Fitur Utama SFA

Secara umum, fitur-fitur utama yang biasanya ada dalam software SFA, antara lain:

– Melacak agen penjualan dan menyediakan actionable goals dan target.

– Informasi closing ratio yang dirancang untuk meningkatkan closing percentages.

– Data kontak pelanggan dan cold calling.

– Penjadwalan dan pelacakan janji temu.

Sales funneling dan pipe filling.

– Target dan prospek penjualan yang dirancang khusus sesuai dengan industri.

Lead assignment.

Sharing informasi antara departemen penjualan yang berkolaborasi.

– Informasi harga.

– Kalender dan to-do list.

– Manajemen kontak.

– Informasi produk dan pengetahuan umum mengenai pemasaran.

– Manajemen workflow.

Sementara itu, sebagai pembanding, fitur-fitur umum yang biasanya ada pada software CRM di antaranya:

– Melacak campaign dan menawarkan data yang dapat digunakan untuk pemasaran dan marketing campaign di masa depan.

Profiling pelanggan yang mencakup jejak belanja dan pengiriman.

– Menyediakan data pelaporan yang mudah dicari dan digunakan.

– Merekam jejak penjualan, baik dalam skala perusahaan maupun customer secara spesifik.

– Penyimpanan data.

– Melacak komunikasi dengan pelanggan.

– Alat dan penunjang customer service.

– Strategi yang didesain untuk mempertahankan pelanggan.

Modul SFA

Seperti halnya sistem ERP lain, software SFA juga dibentuk dari berbagai modul yang terintegrasi. Beberapa modul utama yang biasanya ada dalam software SFA antara lain:

Lead Management

Lead atau prospek yang tepat sangatlah penting untuk tercapainya target penjualan. Dari setiap lead yang didapatkan, penting pula untuk melakukan pendekatan yang sesuai agar lead bisa berubah menjadi pembelian. Permasalahan kadang timbul saat tim sales menganggap bahwa semua lead itu sama, padahal tidak semua orang tertarik untuk membeli karena alasan yang sama. Apakah mereka tertarik karena produknya? Atau perusahaannya? Atau karena alasan kebutuhan.

Dengan modul lead management, prospek dapat dikelola dan dikategorikan dengan baik sehingga strategi pendekatan bisa didesain sesuai tingkat prioritas masing-masing individu. Modul ini biasanya dilengkapi dengan fitur Lead Routing dan Lead Scoring yang bisa membantu tim penjualan memetakan dan mengkategorikan pelanggan potensial.

Sales Funnel

Modul Sales Funnel mengolah data kemungkinan potensi yang bisa didapatkan dari klien potensial. Modul ini membantu tim penjualan menganalisis dan memproyeksikan lead ke arah strategi penjualan, misalnya memilah-milah lead ke dalam beberapa kategori (Berapa orang yang sudah dikontak? Berapa orang yang masih bisa diprospek? Dll) dan berapa nilai keuntungan maksimal yang bisa didapatkan dari lead yang ada.

Semua informasi inilah yang dikelola oleh software SFA. Dengan informasi yang ada, tim penjualan bisa menyusun rencana pendekatan yang paling tepat untuk setiap kategori lead.

Data Management

Modul yang membuat banyak orang menganggap SFA sama dengan CRM. Modul ini merekam dan mengelola data-data pelanggan. Bedanya, modul data management dalam SFA digunakan oleh tim sales untuk menentukan produk atau jasa apa yang cocok untuk ditawarkan ke pelanggan tertentu, dan jika ada diskon atau promo yang bisa dimasukkan dalam penawaran.

Selain itu, modul ini juga bisa menyimpan data produk dan stok sehingga sales rep bisa mengetahui produk apa saja yang tersedia secara real-time.

Karena fungsi-fungsi di atas, software SFA biasanya menyimpan dan memperbarui data secara terpusat sehingga software bisa diakses secara mobile saat tim sales terjun ke lapangan.  

Photo by Gabriel on Unsplash

Activity Management

Sebagai suatu software yang mengelola tim penjualan, modul activity management adalah salah satu modul penting dalam software SFA. Modul ini mengatur aktivitas harian dan delegasi tugas masing-masing sales rep, misalnya follow up klien, presentasi produk, membuat laporan, quotation, leads mana saja yang harus didatangi sales rep tertentu, dll.

Untuk memastikan setiap anggota tim menjalankan tugasnya dengan baik, modul ini biasanya dilengkapi dengan notifikasi dan pengingat.

Order Management

Semua fungsi pengelolaan di atas pada akhirnya akan berujung pada penjualan. Dengan modul order management, semua pesanan yang datang dari pelanggan dapat dicatat dan direkam dengan baik. Modul yang terintegrasi membuat data stok ter-update bersama setiap pesanan. Selain itu, database yang terpusat memungkinkan pesanan untuk segera diproses tanpa harus menunggu laporan dari tiap sales rep.

Modul ini menyimpan informasi seperti status pesanan, status pengiriman, dan kwitansi yang bisa langsung diakses kapan saja tanpa harus mencari-cari kertas dokumen. Proses otomatisasi ini bisa menambah customer’s experience yang diharapkan bisa meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan.

Performance Evaluation

Modul lain yang tak kalah penting adalah modul evaluasi performa. Modul ini membantu manajer penjualan melihat tingkat kesuksesan strategi penjualan yang telah dijalankan. Melalui modul performance evaluation, manajer penjualan dapat melihat laporan aktivitas penjualan seperti prospek yang berhasil, follow-up yang telah dibuat, sales meeting yang telah dijadwalkan dan berlangsung, dan pada akhirnya, keuntungan yang didapat sebagai hasil penjualan.

Data-data di atas dapat diolah dan diterjemahkan oleh sebuah software SFA ke dalam bentuk statistik dan grafik yang dapat digunakan manajer penjualan untuk memperbaiki strategi penjualan.

Baca juga: Modul-Modul ERP Utama untuk Mengoptimalkan Bisnis.

Photo by Chris Liverani on Unsplash

Meningkatkan Penjualan dengan Software SFA

Menurut survey yang diadakan IDC (International Data Corporation), aplikasi SFA atau Sales Force Automation telah dapat:

– Meningkatkan keberhasilan transaksi sebesar 30%

– Siklus penjualan menurun sebesar 19%

– Waktu yang dihabiskan untuk administrasi penjualan menurun sebesar 17%

Prosentase tersebut dapat dianggap menguntungkan bagi suatu bisnis. Hal ini bisa terjadi karena optimalisasi yang dilakukan software SFA pada aspek-aspek bisnis dalam suatu perusahaan, misalnya saja mempermudah pengelolaan tim penjualan oleh manajer penjualan, otomatisasi pekerjaan yang mempersingkat waktu pengerjaan tugas-tugas, kemudahan untuk memprediksi penjualan, kemudahan akses data oleh tim penjualan di lapangan, penanganan yang lebih baik untuk peluang yang gagal dieksekusi, dan menyediakan informasi yang dibutuhkan sales rep untuk meyakinkan pelanggan agar membeli produk lain.

Sudahkah Anda mengaplikasikan Software SFA pada Bisnis Anda?

Jika jawabannya adalah belum, mungkin sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk menambahkan software ini ke dalam sistem ERP Anda. Untuk mendapatkan benefit maksimal dari software ini, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan software house terpercaya.

What to read next: Sales Force Software Application to Boost Sales through Improvement of Team’s Productivity.

Contact us:
Telp : (+62 22) 6614726
Email : info@bts.id

Best Sfa Software, Sfa Crm Software, Sfa Software Application, Software Sfa

error: Content is protected !!
Back To Top