skip to Main Content
Software ERP Untuk Bisnis Manufaktur Tekstil

Software ERP untuk Bisnis Manufaktur Tekstil

 

Header Photo by ūüáłūüáģ Janko Ferlińć – @specialdaddy on Unsplash

ERP atau Enterprise Resource Planning adalah suatu software manajemen proses bisnis yang memungkinkan perusahaan memakai suatu sistem aplikasi yang terintegrasi untuk mengelola bisnis dan mengotomatisasi berbagai proses bisnis dalam perusahaan. Karena fungsinya yang bisa meningkatkan efisiensi, ERP seringkali dianggap sebagai suatu investasi bagi perusahaan. Tidak hanya berimbas pada peningkatan finansial, ERP juga bisa menjadi solusi efektif bagi nyaris seluruh aspek bisnis Anda. Misalnya, human resource, akunting, marketing, inventori, distribusi, hingga manufaktur.

Selengkapnya: Software ERP untuk Solusi Bisnis di Masa Depan.

Photo by JuniperPhoton on Unsplash

Software ERP untuk Bisnis Manufaktur

Dalam bisnis manufaktur sendiri, ERP bisa menjangkau ke hampir semua proses dari mulai planning, purchasing, processing, finishing, hingga sales dan distribusi. Tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan bisnis tertinggi se-ASEAN, perusahaan manufaktur di Indonesia memproduksi berbagai macam komoditi seperti kertas, otomotif, elektronik, makanan, minuman, farmasi, hingga garmen dan tekstil.

Dari banyak sektor di atas, beberapa sektor manufaktur di Indonesia yang memiliki persentase kinerja di atas PDB secara nasional menurut Kementrian Perindustrian di antaranya industri logam dasar (9,94%), industri tekstil dan pakaian jadi (7,53%), dan industri alat angkutan atau otomotif (6,33%).

Baca juga: Mengenal Odoo, Provider Software Aplikasi ERP di Indonesia.

Meningkatnya angka kinerja perusahaan manufaktur, tidak terlepas dari daya beli masyarakat yang terus meningkat sehingga kapasitas produksi juga harus ditingkatkan. Untuk pemilik bisnis, peningkatan kapasitas produksi ini sebaiknya ditunjang oleh suatu sistem yang bisa mengelola komponen-komponen dalam proses manufaktur secara efektif dan efisien.

Misalnya, software ERP.

Secara umum, menurut laporan yang dirilis Panorama Consulting, sekitar 95% bisnis merasakan peningkatan setelah mengimplementasikan ERP ke perusahaan mereka. Dari berbagai alasan yang mendasari keputusan suatu perusahaan saat membeli software ERP, 64% di antaranya adalah untuk meningkatkan performa bisnis.

Peningkatan-peningkatan dalam bisnis ini dihasilkan dari karakteristik sistem ERP yang modular, terintegrasi, konsisten, beroperasi secara real-time, dan memiliki database umum yang terpusat, sehingga proses bisnis dapat berjalan secara lebih efisien.

Baca juga: Software ERP Indonesia: Mengapa Anda Membutuhkannya?

ERP dalam Bisnis Manufaktur Tekstil

Dibanding sektor lain dalam bisnis manufaktur, sektor industri tekstil memiliki sistem perencanaan dan penjadwalan produksi yang unik dan berbeda. Tidak hanya oleh permintaan pasar, siklus produksi tekstil juga dipengaruhi oleh season atau musim (Spring/Summer, Fall/Winter), trend, permintaan global yang fluktuatif, kapasitas pengerjaan yang terbatas, biaya produksi yang tinggi, dan faktor-faktor lain yang membuat bisnis ini memiliki banyak tantangan.

Software ERP dapat membantu pemilik bisnis menjawab tantangan-tantangan yang ada. Sistem ini memiliki fitur-fitur yang bisa membuat perencanaan dengan lebih efektif, dan merampingkan proses manufaktur yang rumit.

Software ERP untuk manufaktur tekstil menjangkau seluruh proses pembuatan tekstil dari serat hingga produk jadi:

РSpinning: Proses pemintalan bahan baku serat menjadi bahan baku benang. Serat-serat dipisahkan, dibersihkan, dan disejajarkan satu sama lain hingga mencapai ukuran tertentu sebelum dipilin agar tidak terpisah dan membentuk pintalan benang.

РWeaving / Knitting: Proses dari benang menjadi kain mentah (greige). Benang ditenun (weaving) atau dirajut (knitting) tergantung jenis kain yang ingin dihasilkan.

Photo by Skitterphoto on Pexels

РDyeing: Proses pencelupan kain ke dalam zat pewarna. Terkadang, benang dicelup pewarna sebelum ditenun menjadi kain.

Printing: Proses pencetakan desain dan motif pada kain.

РFinishing: Setelah kain diwarnai dan dikeringkan, kain akan melalui proses finishing dengan zat kimia seperti pelembutan, penambahan berat, anti-wrinkle, easy-to-iron, water-repellant, dll. Finishing dilakukan sesuai hasil akhir yang diinginkan.

Modul-Modul ERP untuk Industri Manufaktur Tekstil

Karakteristik utama yang membedakan ERP dari sistem lain adalah sistemya yang modular, alias dibentuk dari berbagai modul yang terintegrasi satu sama lain. Sifat modular ini, selain secara fungsional dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, juga membuat pembelian Anda efektif, karena Anda hanya membeli apa yang Anda butuhkan.

Baca juga: Modul-Modul ERP Utama untuk Mengoptimalkan Bisnis.

Terdiri dari modul-modul yang menjalankan masing-masing fungsi yang berbeda, berikut beberapa modul untuk bisnis manufaktur, khususnya manufaktur tekstil:

Purchase

Sebelum proses produksi bisa dijalankan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membeli bahan mentah. Proses purchasing yang cukup panjang di mana perusahaan harus mengirimkan penawaran pada beberapa supplier untuk mendapatkan informasi harga dan kualitas barang, ditambah lagi harga bahan baku yang terus berubah dan ketersediaan bahan baku serat alam yang dipengaruhi musim, membuat proses purchasing bisa jadi memakan waktu yang tidak sebentar.

Dengan modul Purchase dari ERP manufaktur, pembelian bahan mentah tidak hanya bisa dilakukan dengan mudah, tapi juga bisa diotomatisasi. Database supplier dan vendor, daftar harga dan ketersediaan produk, juga manajemen quotation (penawaran), adalah fitur-fitur yang disediakan oleh modul ini.

Tanpa perlu menunggu permintaan pembelian dari divisi gudang, sistem yang terintegrasi dengan modul Inventori akan mendeteksi persediaan bahan mentah di gudang, dan otomatis mengirimkan RfQs atau Requests for Quotation pada supplier begitu stok menyentuh level minimal yang bisa Anda atur sebelumnya.

Selanjutnya, sistem akan meng-import penawaran yang masuk dari berbagai supplier dan merangkumnya dalam bentuk daftar yang berisi ketersediaan produk dan harga. Anda bahkan bisa mengelola tender dan bernegosiasi langsung dengan banyak vendor melalui satu aplikasi.

Photo by Pixabay on Pexels

Inventory

Modul Inventori pada dasarnya berfungsi mengelola stok gudang. Manajemen inventori yang baik adalah aset besar untuk setiap bisnis manufaktur, tak terkecuali bisnis manufaktur tekstil. Dengan software ERP, aktivitas-aktivitas seperti delivery orders dan stock transfer bisa dijalankan dengan mudah.

Anda tidak perlu kebingungan lagi karena produk direkam dalam bentuk barcode yang gampang dilacak, sehingga pergerakan stok dan produk dapat dipantau secara lebih akurat.

Selain itu, adanya fitur traceability pada modul Inventori memungkinkan Anda merunut history suatu produk, dari mulai bahan mentah yang didapatkan dari supplier (misalnya: ahan baku dengan kode mana saja yang digunakan untuk produk tertentu) hingga produk jadi yang dikirimkan pada pelanggan.

Stock Removal

Pergerakan produk adalah salah satu proses yang juga dikelola oleh modul Inventori. Modul ini memeriksa ketersediaan produk dan menetapkan produk mana saja yang bisa dikeluarkan, sesuai Stock Removal Strategy yang ditetapkan baik itu FIFO (First In First Out: Produk yang masuk pertama, keluar pertama), LIFO (Last In First Out: Produk yang masuk terakhir, keluar lebih dulu), maupun FEFO (First Expiry First Out: Produk yang kedaluwarsa lebih dulu, keluar pertama).

Untuk produk tekstil dengan siklus demand yang singkat karena dipengaruhi oleh musim dan trend yang berubah dengan cepat, Anda bisa menggunakan strategi FIFO (First In First Out). Stok lama harus dikeluarkan sebelum stok baru masuk untuk menghindari menumpuknya produk-produk yang ketinggalan zaman. Dalam hal ini, software ERP akan merekam data stok dan mengurutkan produk mana saja yang bisa dikeluarkan lebih dulu.

Scraps Management

Scraps atau limbah, seperti juga di industri manufaktur lain, adalah hal yang umum ditemui di proses manufaktur tektsil. Limbah dapat berupa bahan mentah yang tidak lolos proses quality control, atau produk yang rusak atau tidak dapat digunakan lagi karena berbagai faktor.

Untuk memastikan limbah bahan baku tidak tercampur dengan stok reguler, atau produk jadi tidak bercampur dengan produk reguler yang bisa jadi menimbulkan masalah jika tak sengaja tercampur saat pengiriman, Anda harus memindahkan produk-produk tak terpakai ini ke lokasi khusus.

Dengan fitur scrap product dalam modul Inventori Anda bisa menangani dan memindahkan limbah ke lokasi yang telah ditentukan dengan beberapa klik pada aplikasi. Selain mengelola prosesnya, sistem juga akan menyediakan laporan yang berisi biaya pemindahan, alasan pemindahan, dan volume yang dipindahkan.

Manufacturing

Software ERP utama untuk bisnis manufaktur tentu saja software Manufacturing. Software ini terdiri dari beberapa modul terintegrasi yang dapat mengoptimasi proses produksi dengan mudah. Modul-modul itu antara lain:

MRP (Manufacturing Resource Planning)

Modul MRP atau Manufacturing Resource Planning dalam software ERP dilengkapi dengan fitur-fitur untuk mengotomatisasi proses produksi dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan. Di tahap perencanaan, terdapat fitur MPS atau Master Production Schedule yang bisa membuat rencana produksi secara otomatis berdasarkan demand forecast, stock on-hand, atau indirect demand.

Untuk produksi yang dilakukan berdasarkan demand atau permintaan pasar, penting untuk Anda sebagai pemilik perusahaan untuk membuat perencanaan yang akurat. Overflow atau underflow dalam produksi bisa berarti kerugian. Fitur MPS pada modul Manufacture akan menganalisis produksi yang Anda lakukan sebelumnya dan membuat forecasting berdasarkan data yang Anda. Dengan fitur ini, akurasi dalam perencanaan pada produksi bisa ditingkatkan dan resiko overflow atau underflow dalam produksi bisa dieliminasi

Fitur Master Production Schedule juga memungkinkan perusahaan mengatur prioritas MO atau Manufacturing Order saat penjadwalan produksi selanjutnya.

Satu lagi karakteristik ERP yang bermanfaat untuk bisnis manufaktur adalah software ini fleksibel. Dalam artian bisa diakses di mana saja melalui mobile device.

Dengan ERP manufaktur, saat proses produksi berlangsung, pekerja bisa melakukan berbagai aktivitas seperti merekam data produksi, mengecek worksheet, dan melacak waktu secara real-time melalui tablet. Selain itu, waktu kerja juga dihitung secara otomatis melalui sistem sehingga manajer produksi tidak perlu lagi menggunakan stopwatch. Waktu bisa dihitung dengan lebih akurat, sehingga pengerjaan produksi selanjutnya juga bisa diprediksi dengan lebih baik.

Setiap produksi yang selesai dapat direkam hanya dengan menekan tombol di dalam aplikasi atau dengan melakukan scan barcode. Sistem kemudian akan merilis traceability report yang menunjukkan nomor seri dari setiap bahan baku yang digunakan untuk membuat suatu produk.

Photo by Lidya Nada on Unsplash

Maintenance

Dalam suatu bisnis manufaktur, mesin adalah aset terpenting. Modul maintenance dalam ERP, selain berfungsi memberikan notifikasi pada tim pemeliharaan saat terjadi masalah seperti kerusakan mesin atau hilangnya bahan mentah saat produksi, juga bisa melakukan penjadwalan untuk preventive maintenance, sehingga kondisi mesin-mesin dan peralatan akan selalu terpantau secara berkala.

Quality

Quality control adalah salah satu bagian paling krusial dalam proses manufaktur. Untuk mencapai kualitas terbaik, quality control dilakukan di setiap tahap produksi dari mulai bahan mentah, tahap pemintalan, pencelupan, penenunan, pencetakan, pemasangan label, hingga packaging.

Dengan modul quality pada software ERP, perusahaan bisa menentukan kualitas minimum yang diinginkan, dan mengelola proses quality control sehingga hanya produk yang lolos aja lah yang bisa diteruskan ke tahap selanjutnya.

PLM (Product Lifecycle Management)

Lalu, bagaimana dengan produk-produk yang tidak lolos quality control? Kesalahan pada proses manufaktur adalah salah satu faktor utama suatu produk ditentukan tidak layak saat quality control. Tidak hanya meyortir produk-produk yang tidak layak jual, Anda juga harus memperbaiki kualitas produksi untuk meminimalisir kegagalan produk.

Di sinilah modul PLM atau Product Lifecycle Management berperan.

Untuk memperbaiki kualitas pada produksi selanjutnya, departemen quality control bisa mengirimkan notifikasi pada departemen manufaktur atau departemen engineering bisa membuat ECO (Engineering Change Orders), yang digunakan untuk melakukan perubahan seperti komponen, rakitan, spesifikasi, atau dokumen seperti proses dan instruksi kerja yang bisa memberi dampak pada produk yang diproduksi atau proses manufaktur.

Dalam modul PLM, pegawai terkait bisa membuat dan mengelola ECO. Sistem dapat melacak versi BoM (Bill of Materials) dan alur produksi yang berbeda.

Pada modul manufacturing, Anda juga bisa mengelola lebih dari satu versi BoM dengan mudah. Memilah-milah maupun menggabungkannya dengan beberapa klik dalam aplikasi. Anda juga bisa melihat struktur dan detail dari Bill of Material seperti biaya operasional produksi.

Fitur Pelaporan yang Dinamis

Salah satu kelebihan dari sistem ERP adalah fitur pelaporan yang bisa merangkum data dan statistik, dan menerjemahkannya ke dalam format laporan secara otomatis. Fitur pelaporan yang dinamis menyajikan data dalam berbagai bentuk yang dikehendaki perusahaan, baik itu dalam bentuk histogram, grafik, maupun tabel.

Insight mengenai biaya operasional produksi, Manufacturing Order, harga pokok material dan tenaga kerja dapat dikalkulasi untuk menentukan biaya keseluruhan dari produksi yang berjalan.

Kembangkan software ERP terbaik untuk bisnis manufaktur Anda bersama BTS.id (Bridge Technology Services).

Contact us:
Telp : (+62 22) 6614726
Email : info@bts.id

Erp Manufaktur, Erp Pada Perusahaan Manufaktur, Erp Perusahaan Manufaktur, Erp Untuk Perusahaan Manufaktur

error: Content is protected !!
Back To Top