BTS.id

5 Teknologi E-Commerce yang Harus Diantisipasi Retailer

Header pic credit rawpixel @Unsplash.

Pelaku bisnis saat ini harus menghadapi banyak persaingan. Tidak hanya bersaing melakukan inovasi pada produk, tapi juga cara memasarkan produk yang mengikuti perkembangan zaman. Di era di mana semua orang berlomba-lomba penjadi produsen dan penyedia barang dan jasa, diferensiasi produk menjadi garis tipis yang membuat konsumen lebih memilih produk dan jasa yang Anda tawarkan. Sayangnya, semakin ketatnya persaingan, produk yang menarik saja tidak cukup.

Kehadiran teknologi telah menggeser pola belanja masyarakat Indonesia ke arah pasar online. Kemudahan yang ditawarkan belanja online menjadi pendorong terbesar. Konsumen kini tidak harus datang langsung ke toko untuk berbelanja. Bermodal laptop, telepon genggam, dan koneksi internet, transaksi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan di sela-sela pekerjaan.

Menurut riset yang dilakukan Accenture, meskipun toko tradisional masih mendominasi distribusi dengan capaian angka 82,3%, tapi strategi ini tidak akan bertahan lama terutama di negara seperti Indonesia. “Infrastruktur internet ke depannya akan semakin matang dan e-commerce akan jadi kunci ekspansi pasar.” terang Leonard Nugroho T, Managing Director Technology Consulting Accenture.

Seolah tak mau kalah, kini toko fisik pun mulai menerapkan teknologi untuk memberi pengalaman berbelanja baru bagi customer.

Artikel ini akan membahas teknologi-teknologi ritel populer yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis di tahun mendatang.

teknologi e-commerce

Photo by Alvaro Reyes on Unsplash

M-commerce alias Bertransaksi Secara Mobile

Menurut Indonesia-Investments, lebih dari 70% akses internet di Indonesia dilakukan melalui mobile device. Dengan kata lain, orang Indonesia lebih banyak menggunakan mobile device (telepon genggam, komputer tablet, etc), alih-alih komputer untuk mengakses internet. Karena alasan inilah kini banyak retailer mulai mengembangkan aplikasi mobile sebagai alternatif channel penjualan. Mengoptimalisasi website menjadi mobile-friendly saja tidaklah cukup.

Meskipun sekilas mirip, yaitu sama-sama memfasilitasi transaksi melalui perantara internet, nyatanya banyak kelebihan yang aplikasi mobile tawarkan. Misalnya, aplikasi dirancang untuk memfasilitasi konsumen untuk berbelanja dengan lebih mudah dibanding website. Tak perlu mengetik alamat dan log in di browser setiap saat, hanya dengan beberapa klik Anda sudah bisa menyelesaikan transaksi.

Aplikasi juga bisa tersambung dengan fitur-fitur bawaan device seperti kamera dan GPS sehingga beberapa proses seperti checkout dan payment dilakukan secara otomatis. Tidak seperti website yang mengandalkan koneksi internet, beberapa aplikasi mobile bisa diakses secara offline. Yang terpenting, aplikasi mobile juga bisa dimuat lebih cepat daripada website sehingga membatasi ruang customer untuk memikirkan ulang pembelian yang biasanya berujung pada pembatalan transaksi.

Meningkatkan Keamanan Transaksi dengan Mobile Wallet

Keamanan saat bertransaksi menjadi alasan banyak orang lebih memilih berbelanja di toko offline, khawatir untuk memasukkan detail kartu kredit mereka ke dalam sistem.

Teknologi selanjutnya yang hadir untuk mengatasi hal itu adalah mobile wallet. Customer bisa mengendapkan sejumlah saldo atau menghubungkan dompet digital dengan rekening dan menggunakan dana yang ada untuk membayar pembelian. Dengan cara ini, transaksi bisa dilakukan dengan lebih aman.

Beberapa e-commerce di Indonesia yang telah menambahkan fitur Mobile Wallet di antaranya Shopee dengan Shopee Pay dan Tokopedia dengan Tokopedia Cash.

Berbelanja-dengan-Perintah-Suara atau Voice Commerce

Dengan bantuan teknologi voice assistant, proses berbelanja menjadi jauh lebih mudah. Konsumen bisa berbelanja sambil melakukan pekerjaan lain tanpa harus repot-repot membuka website. Teknologi voice commerce memberi alternatif untuk melakukan pemesanan dan pembelian online tanpa harus mengetik di keyboard. Pembeli hanya perlu menyuarakan pesanan, yang nantinya akan dianalisis dan di-convert ke dalam suatu algoritma tertentu oleh sistem.

Teknologi voice commerce saat ini tidak terbatas pada pencarian produk saja, tapi juga melakukan pemesanan dan melengkapi transaksi.

Menurut survei yang diadakan oleh Capgemini, di masa depan, konsumen akan lebih memilih untuk berbelanja dengan bantuan voice assistant. 24% responded menyatakan bahwa mereka akan menggunakan voice assistant dibanding harus mengakses website, sementara 51% menyatakan bahwa mereka sudah menggunakan voice assistant baik untuk berbelanja maupun keperluan lainnya. Selain merekam pembelian dan memberikan rekomendasi melalui voice recognition, teknologi ini juga banyak dipertimbangkan karena berbagai alasan:

Hands-free—yang berarti konsumen bisa berbelanja sambil melakukan aktivitas lain; dan memberikan respon dan hasil yang lebih cepat dibanding pencarian website. Contoh dari teknologi voice assistant adalah Google Home, Amazon Alexa, dan Apple Home Pod.

Teknologi Personalisasi dengan Artificial Intelligence

Teknologi personalisasi telah berkembang dari sekedar membaca jejak digital untuk diolah menjadi rekomendasi produk dan targeted ads, ke memberikan penawaran produk yang benar-benar dipersonalisasi.

Teknologi ini kini sudah didukung oleh AI atau Artificial Intelligence. AI memungkinkan personalisasi tingkat tinggi yang membuat customer merasa diperlakukan dengan spesial sebagai individu yang unik. Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan juga bisa membantu perusahaan menyasar target market yang spesifik dengan mendistribusikan konten promosi produk ke orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan melalui platform yang tepat sehingga kemungkinan produk dilihat dan dibeli konsumen akan semakin besar.

Teknologi personalisasi sangat berguna untuk memasarkan produk secara efektif dan efisien. Contoh dari penerapan teknologi ini adalah ads atau iklan di website atau sosial media seperti Facebook dan Instagram. Jika Anda pernah mendapat SMS promo saat melewati toko tertentu, itu juga merupakan bentuk personalisasi menggunakan teknologi BLE atau Bluetooth Low Energy yang dipancarkan oleh chip berfrekuensi rendah dalam perangkat genggam Anda.

Di Indonesia, Buka Lapak juga memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi transaksi palsu dan mencegah penipuan. Sistem AI akan menerima dan mempertimbangkan banyak sinyal data dari sebuah transaksi untuk kemudian dianalisis dan diputuskan apakah transaksi tersebut palsu atau tidak.

Visualisasi Produk dengan Virtual dan Augmented Reality (VR dan AR)

Ketidakhadiran pelanggan di toko untuk melihat produk secara langsung harus dikompensasi dengan visualisasi produk yang menarik pelanggan untuk membeli.

Persaingan bisnis yang ketat membuat pelaku bisnis mulai berinovasi dengan teknologi. Dominasi ritel raksasa seperti Amazon dan Alibaba membuat pemilik e-commerce yang lebih kecil harus memutar otak untuk menyajikan pengalaman berbelanja (shopping experience) yang berbeda. Alih-alih hanya menampilkan produk melalui foto dari berbagai sisi, retailer mulai bereksperimen ‘membawa’ customer ‘mengunjungi’ toko dan melihat produk secara lebih ‘real’ melalui teknologi Virtual dan Augmented Reality (VR dan AR).

teknologi e-commerce
Credit pic: wedodesign.com.au

Virtual Reality adalah teknologi yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan realitas atau lingkungan buatan yang diciptakan sedemikian rupa oleh software sehingga membuat pengguna benar-benar merasa berada di dalamnya.

Teknologi VR menawarkan pengalaman yang mirip seperti mengunjungi toko fisik tanpa perlu meninggalkan rumah. Customer juga bisa mendapatkan gambaran produk secara virtual sebelum benar-benar membeli. Dengan teknologi Augmented Reality (AR), produk bahkan bisa ‘dicoba’ secara virtual untuk benar-benar meyakinkan customer sebelum membeli produk.

teknologi e-commerce
Credit pic socialtrends.ro
https://www.youtube.com/watch?v=Ey1bSziubdg
Sumber: Accenture Japan

Beberapa retailer seperti Uniqlo mulai mempertimbangkan teknologi sebagai masa depan bisnis retail. Nantinya, customer akan semakin mudah untuk membeli berbagai keperluan, terutama dengan bantuan teknologi-teknologi yang disebutkan di atas. Meskipun masih dikembangkan sebelum bisa dirilis untuk pasar yang lebih luas, retailer dan pemilik bisnis harus mengantisipasi dan bersiap untuk mengadaptasi teknologi-teknologi di atas.

Contact us:
Telp : (+62 22) 6614726
Email : info@bts.id

Software ERP untuk Solusi Bisnis di Masa Depan

Header pic credit rawpixel @Unsplash. Pelaku bisnis saat ini harus menghadapi banyak persaingan. Tidak hanya bersaing melakukan inovasi pada produk, tapi juga cara memasarkan produk yang mengikuti perkembangan zaman. Di era di mana semua orang berlomba-lomba penjadi produsen dan penyedia barang dan jasa, diferensiasi produk menjadi garis tipis yang membuat konsumen lebih memilih produk dan …

Software House Indonesia by Bridge Technology Services

Header pic credit rawpixel @Unsplash. Pelaku bisnis saat ini harus menghadapi banyak persaingan. Tidak hanya bersaing melakukan inovasi pada produk, tapi juga cara memasarkan produk yang mengikuti perkembangan zaman. Di era di mana semua orang berlomba-lomba penjadi produsen dan penyedia barang dan jasa, diferensiasi produk menjadi garis tipis yang membuat konsumen lebih memilih produk dan …